Memilih tingkat kekentalan oli gearbox yang salah dapat menyebabkan kinerja peralatan yang buruk dan perbaikan yang mahal.
Jangan biarkan pelumasan yang tidak tepat merusak mesin Anda. Menggunakan oli transmisi dengan viskositas yang tidak tepat untuk kondisi dan beban pengoperasian dapat menyebabkan panas berlebih, keausan yang lebih cepat, dan bahkan kerusakan yang fatal.
Biasakan diri Anda dengan berbagai jenis oli gearbox yang umum seperti 75W-90, 80W-90, dan 85W-140, dan selalu konsultasikan persyaratan klasifikasi kinerja API peralatan Anda. Bagan klasifikasi kinerja dan tingkat viskositas kami yang praktis memudahkan pemilihan pelumas gearbox yang optimal untuk memaksimalkan masa pakai peralatan dan meminimalkan waktu henti.
Tingkatan Viskositas Umum
Oli gearbox diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekentalannya, yang menunjukkan ketahanan oli terhadap aliran pada suhu tertentu. Society of Automotive Engineers (SAE) telah menetapkan sistem pemeringkatan numerik untuk oli gearbox berdasarkan kekentalannya. Tingkat kekentalan yang paling umum untuk oli gearbox adalah:
- 75W-90: Ini adalah oli gearbox multi-tingkat yang cocok untuk digunakan dalam berbagai suhu. "75W" menunjukkan viskositas oli pada suhu rendah ("W" berarti musim dingin). "90" menunjukkan viskositas oli pada suhu operasi tinggi, yang diukur pada 100°C. Oli gearbox 75W-90 umumnya digunakan dalam transmisi manual, transaxle, dan diferensial pada mobil, truk, dan peralatan lainnya.
- 80W-90: Oli gearbox multi-tingkat lainnya, 80W-90 memiliki viskositas yang sedikit lebih tinggi pada suhu rendah dibandingkan dengan 75W-90. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam kondisi cuaca yang cukup dingin hingga panas. Seperti 75W-90, oli gearbox 80W-90 sering digunakan dalam transmisi manual, transaxle, dan diferensial.
- 85W-140: Oli gearbox ini bahkan lebih kental daripada 80W-90 dan dirancang untuk digunakan dalam aplikasi tugas berat atau lingkungan bersuhu tinggi. Viskositas yang lebih tinggi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap keausan dan dapat membantu memperpanjang masa pakai gearbox dalam kondisi ekstrem. Oli gearbox 85W-140 umumnya digunakan dalam truk tugas berat, peralatan konstruksi, dan kendaraan balap.
Bagan Tingkat Viskositas
| Tingkat Viskositas SAE | Suhu Maksimum untuk Viskositas 150,000 cP (°C) | Viskositas Kinematik @ 100 °C (cSt) minimum | Viskositas Kinematik @ 100 °C (cSt) maksimum |
|---|---|---|---|
| 70W | -55 | 3.8 | - |
| 75W | -40 | 3.8 | - |
| 80W | -26 | 8.5 | - |
| 85W | -12 | 11.0 | - |
| 65 | - | 3.8 | |
| 70 | - | 5.0 | |
| 75 | - | 6.5 | |
| 80 | - | 8.5 | |
| 85 | - | 11.0 | |
| 90 | - | 13.5 | |
| 110 | - | 18.5 | |
| 140 | - | 24.0 | |
| 190 | - | 32.5 | |
| 250 | - | 41.0 | - |
Bagan Klasifikasi Kinerja API
| klasifikasi | Tipe | Aplikasi khas |
|---|---|---|
| GL-1 (tidak aktif) | Minyak mineral murni (tidak aktif) | Transmisi manual otomotif |
| GL-2 (tidak aktif) | Biasanya mengandung bahan lemak (tidak aktif) | Penggerak gearbox cacing, oli gearbox industri |
| GL-3 | Mengandung aditif EP ringan | |
| GL-4 | Setara dengan MIL-L-2105B dan biasanya dipenuhi oleh tingkat aditif GL-50 5% | Pelumas dan oli transmisi manual mobil penumpang dan truk ringan yang digunakan dalam kotak gearbox traktor dan penggerak akhir gearbox bevel spiral |
| GL-5 | Setara dengan MIL-PRF-2105E. Rekomendasi layanan lapangan utama untuk mobil penumpang dan truk di seluruh dunia | Mobil penumpang, truk ringan dan berat serta bus memiliki penggerak akhir hipoid yang memiliki banyak gerakan geser melintasi gearbox |



