Cara Menentukan Rasio Gigi

Daftar Isi

Menentukan rasio gearbox yang tepat sangat penting untuk memahami sistem mekanis dan mengoptimalkan kinerja dalam berbagai aplikasi. Baik Anda bekerja dengan transmisi otomotif, mesin industri, atau bahkan mainan mekanis sederhana, mengetahui cara menghitung rasio gearbox memberikan wawasan berharga tentang kecepatan, torsi, dan efisiensi sistem secara keseluruhan.

gambar 3 - Cara Menentukan Rasio Gigi -TANHON

Menentukan Rasio Gearbox dengan Menghitung Gigi

Salah satu metode yang paling mudah dan akurat untuk menentukan rasio gearbox adalah menghitung jumlah gigi pada setiap gearbox. Pendekatan langsung ini bergantung pada prinsip dasar bahwa rasio gearbox sebanding dengan jumlah gigi pada setiap gearbox yang saling bertautan.

gambar 4 - Cara Menentukan Rasio Gigi -TANHON

1. Roda Penggerak dan Roda Penggerak

Sebelum menghitung rasio gearbox apa pun, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi gearbox mana yang merupakan gearbox penggerak dan gearbox mana yang merupakan gearbox yang digerakkan dalam sistem Anda:

Gearbox penggerak (gearbox input) terhubung langsung ke sumber daya, seperti motor listrik atau mesin. Gearbox ini memulai gerakan dalam sistem dan mentransfer energi ke gearbox yang digerakkan.

Gearbox yang digerakkan (gearbox keluaran) menerima daya dari gearbox penggerak dan biasanya terhubung ke komponen yang melakukan pekerjaan sebenarnya. Dalam sistem yang lebih kompleks dengan beberapa gearbox, gearbox antara dapat berfungsi sebagai gearbox yang digerakkan dan penggerak tergantung pada posisinya dalam rangkaian gearbox.

2. Menghitung Rasio Gearbox

Setelah Anda mengidentifikasi gigi penggerak dan yang digerakkan, Anda dapat menerapkan rumus sederhana untuk menghitung rasio gigi:

Gear Ratio (GR) = Number of teeth on driven gear (T2) / Number of teeth on driving gear (T1)

Misalnya, jika gigi penggerak memiliki 40 gigi dan gigi penggerak memiliki 20 gigi, maka rasio giginya adalah:
GR = 40 ÷ 20 = 2

Hal ini dapat dinyatakan sebagai 2:1, yang berarti gearbox penggerak harus menyelesaikan dua putaran penuh untuk memutar gearbox yang digerakkan satu kali. Konfigurasi ini menghasilkan kecepatan yang lebih rendah tetapi torsi yang lebih besar pada output.

Sebaliknya, jika gearbox penggerak memiliki lebih banyak gigi daripada gearbox yang digerakkan (misalnya, 30 gigi pada gearbox penggerak dan 15 gigi pada gearbox yang digerakkan), rasio gearbox akan menjadi 15 ÷ 30 = 0.5 atau 1:2. Pengaturan ini meningkatkan kecepatan keluaran sekaligus mengurangi torsi keluaran.

3. Menghitung Gigi

Untuk gearbox yang mudah diakses, hitung saja setiap gigi secara manual, pastikan tidak ada yang terlewat. Buat tanda kecil pada satu gigi sebagai titik awal untuk menghindari kesalahan penghitungan.

Saat menangani gearbox internal atau komponen yang sulit diakses, konsultasikan dokumentasi teknis atau skema yang menentukan jumlah gigi.

Beberapa produsen mencap jumlah gigi langsung pada gearbox itu sendiri, biasanya di dekat hub tengah.

Untuk kotak gearbox yang rumit, pembongkaran sebagian mungkin diperlukan untuk mengakses dan menghitung semua gigi gearbox yang relevan.

4. Beberapa Gigi

Saat bekerja dengan rangkaian gearbox (beberapa gearbox yang saling berhubungan), Anda dapat menentukan rasio gearbox keseluruhan menggunakan dua pendekatan:

Metode 1: Kalikan rasio gearbox individual dari setiap pasangan yang saling bertautan. Misalnya, jika gearbox A menggerakkan gearbox B dengan rasio 2:1, dan gearbox B menggerakkan gearbox C dengan rasio 3:1, rasio keseluruhan dari A ke C adalah 2 × 3 = 6:1.

Metode 2: Membagi jumlah gigi pada gearbox penggerak akhir dengan jumlah gigi pada gearbox penggerak awal. Pendekatan ini menghasilkan hasil yang sama dengan Metode 1 tetapi sering kali memerlukan perhitungan yang lebih sedikit.

Penting untuk dicatat bahwa gearbox idler (gearbox perantara yang hanya memindahkan gerakan) tidak memengaruhi rasio gearbox keseluruhan antara gearbox pertama dan terakhir. Fungsi utamanya adalah mengubah arah putaran atau menjembatani celah fisik antara gearbox.

Menentukan Rasio Gearbox dengan Mengukur Keliling atau Diameter

Bila menghitung gigi tidak praktis, pengukuran dimensi fisik gearbox menyediakan metode alternatif untuk menentukan rasio gearbox. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa gearbox yang saling bertautan harus mempertahankan kecepatan linier yang sama pada titik kontaknya.

gambar 5 - Cara Menentukan Rasio Gigi -TANHON

1. Roda Penggerak dan Roda Penggerak

Seperti pada metode sebelumnya, kenali dulu gearbox mana yang berfungsi sebagai gearbox penggerak dan gearbox mana yang digerakkan dalam sistem Anda.

2. Ukur Diameter Kedua Gearbox

Untuk gearbox yang lebih kecil, jangka sorong digital memberikan pengukuran diameter yang tepat.

Saat bekerja dengan gearbox yang lebih besar, gunakan pita pengukur untuk menentukan diameter secara langsung atau ukur kelilingnya dan ubah menjadi diameter:

diameter = circumference ÷ π

Untuk akurasi maksimum, ukur pada lingkaran pitch – lingkaran teoritis tempat gigi gearbox benar-benar bersentuhan. Diameter lingkaran pitch biasanya berada di antara diameter luar (termasuk tinggi penuh gigi) dan diameter akar (tidak termasuk gigi).

3. Hitung Rasio Gearbox

Dengan pengukuran diameter di tangan, hitung rasio gearbox menggunakan:

Gear Ratio (GR) = Diameter of driven gear (D2) / Diameter of driving gear (D1)

Jika Anda mengukur keliling, rumusnya menjadi:

Gear Ratio (GR) = Circumference of driven gear (C2) / Circumference of driving gear (C1)

Misalnya, jika gearbox penggerak memiliki diameter 9 inci dan gearbox penggerak memiliki diameter 3 inci, maka rasio gearbox akan menjadi:
GR = 9 ÷ 3 = 3:1

Ini menunjukkan bahwa gearbox penggerak harus berputar tiga kali untuk menghasilkan satu putaran lengkap pada gearbox yang digerakkan.

Meskipun metode ini menawarkan kemudahan saat penghitungan gigi tidak memungkinkan, metode ini memiliki keterbatasan. Akurasi bergantung pada pengukuran diameter pitch yang tepat, yang dapat menjadi tantangan tanpa alat khusus. Keausan gearbox, toleransi produksi, dan desain gearbox yang tidak standar dapat menyebabkan kesalahan pengukuran. Karena alasan ini, penghitungan gigi (jika memungkinkan) biasanya memberikan hasil yang lebih tepat.

Menentukan Rasio Gearbox dengan Membandingkan Kecepatan Rotasi

Metode ketiga untuk menghitung rasio gearbox melibatkan pengukuran dan perbandingan kecepatan putaran poros input dan output. Pendekatan dinamis ini khususnya berguna ketika gearbox itu sendiri tertutup dalam sebuah rumah tetapi porosnya dapat diakses.

gambar 6 - Cara Menentukan Rasio Gigi -TANHON

1. Mengukur Kecepatan Rotasi

Untuk menentukan rasio gearbox menggunakan metode ini, Anda perlu mengukur seberapa cepat setiap poros berputar:

Gunakan tachometer untuk mengukur kecepatan putaran kedua poros secara langsung. Tachometer digital modern dapat memberikan pembacaan RPM (putaran per menit) yang sangat akurat.

Takometer laser nonkontak sangat berguna karena dapat mengukur putaran tanpa menyentuh komponen yang berputar secara fisik. Perangkat ini biasanya bekerja dengan mengarahkan sinar laser ke penanda reflektif yang ditempatkan pada poros yang berputar.

Jika takometer tidak tersedia, Anda dapat menggunakan stopwatch untuk menghitung putaran secara manual. Untuk poros penggerak, hitung berapa banyak putaran lengkap yang terjadi dalam 60 detik. Kemudian lakukan pengukuran yang sama untuk poros yang digerakkan dan bandingkan hasilnya.

Untuk komponen yang berputar sangat cepat, pertimbangkan untuk menandai poros dengan titik berwarna cerah dan gunakan rekaman video gerak lambat untuk menghitung putaran dalam periode waktu yang lebih pendek, lalu hitung RPM setara.

2. Menghitung Rasio Gearbox

Setelah Anda mengukur kecepatan putaran kedua poros, hitung rasio gearbox menggunakan:

Gear Ratio (GR) = Rotational speed of driving gear (input speed) / Rotational speed of driven gear (output speed)

Misalnya, jika poros input berputar pada 1800 RPM sementara poros output berputar pada 600 RPM, rasio gearbox akan menjadi:
GR = 1800 ÷ 600 = 3:1

Rasio 3:1 ini menunjukkan bahwa untuk setiap tiga putaran poros input, poros output menyelesaikan satu putaran. Dalam konfigurasi ini, meskipun kecepatan putaran berkurang tiga kali lipat, torsi yang tersedia secara teoritis meningkat dengan faktor yang sama (dengan asumsi efisiensi 100%).

Dapatkan Penawaran Gratis